Laporan Bacaan Hasil Penelitian Kualitatif



1.    PENDAHULUAN

2.    LAPORAN TENTANG BACAAN

1.    Pendahuluan

Dari hasil bacaan yang dilakukan oleh pembaca peneliti mengidentifikasi pada pemahaman masyarakat terhadap wacana dialog drama bahasa melayu, fokus penelitiannya pada unsure pembentuk wacana dialog bangsawan (dialog sebagai wacana), dan pertanyaan penelitiannya adalah unsur apa sajakah yang membentuk peristiwa tutur wacana dialog drama bangsawan, serta peneliti menetapkan  tujuan penelitian antara lain : kerjasama percakapan, tindak tutur, pemenggalan percakapan, topic percakapan, giliran berbicara, dan sifat rangkaian percakapan.
[ Read More ]

Posted by janiko 0 komentar»

Laporan Bacaan Hasil Penelitian Kuantitatif

I.        Pendahuluan
Berdasarkan hasil bacaan, penulis menyampaikan bahwa penelitian yang dilaporkan ini ditulis dalam bentuk tesis salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister (S2) dengan judul ‘Kontribusi Minat Baca dan Pengetahuan Paragraf Terhadap Ketrampilan Menulis Berita Siswa SMA Negeri 1 Lubuk Alung’. Penelitian ini dilakukan oleh Aghfirli Syofyan, yang dilakukan pada tahun 2008, dengan menggunakan dana pribadi. Objek kajian yang merupakan lokasi penelitian dari penelitian ini adalah SMA Negeri 1 Lubuk Alung. Penelitian yang berbentuk tesis ini  telah disahkan oleh lembaga Konsentrasi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP), dengan Dosen pembimbingnya yaitu Prof. Dr. Atmazaki, M.Pd sebagai pembimbing pertama dan Dr. Ngusman Abdul Manaf, M.Hum sebagai pembimbing kedua, sedangkan Dosen Pengujinya adalah Prof. Drs. H. Zainil, MA, Ph.D, Dr. Novita Juita, M. Hum, dan Dr. Adnan Fardi, M.Pd. Penelitian ini memiliki halaman yang berjumlah 213 halaman dengan sampul berwarna kuning tua dan warna tulisan pada sampul berwarna hitam. Pada sampul depan terdapat nama karya, judul, logo universitas, nama peneliti dan nomor induk mahasiswa (NIM), tujuan penulisan tesis, nama lembaga, dan tahun penulisan.
[ Read More ]

Posted by janiko 0 komentar»

Petatah-Petitih

PETATAH DAN PETITIH DI DALAM MASYARAKAT
Masyarakat Jambi merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yaang memiliki kepribadian dan nilai-nilai budaya yang tinggi, serta adat istiadat yang bersumber dari nilai luhur bangsa Indonesia, wujud nilai luhur tersebut dituangkan dalam sila-sila Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa yang dalam pelaksanaannya di lingkungan masyarakat Jambi yaitu berupa “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendikan Kitabullah” hal ini telah membuat masyarakat hidup damai penuh toleransi kasih sayang, tahu tugas dan kewajiban, menempatkan sesuatu pada tempatnya yang benar, nilai-nilai luhur yang demikian telah diwarisi serta dikembangkan sebagai titian teras bertangga batu. Yaitu suatu nilai yang terwarisi menjadi pedoman dalam berkehidupan dan berbangsa.
Adat istiadat (kebiasaan masyarakat) dan lembaga adat yang hidup di tengah-tengah masyarakat memegang peranan dalam pergaulan, bahkan mampu menggerakan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang kegiatan. Oleh karenanya, wajarlah dilakukan pembinaan dan dikembangkan, sehingga secara nyata dan dapat berdayaguna untuk kelancaran pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Propinsi Jambi yang memiliki sastra lisan yang dikenal dengan seloko, petatah-petitih, pantun yang merupakan sastra lisan yang disampaikan secara langsung terutama di kabupaten Merangin, yang sekaligus dipakai terutama oleh masyarakat untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus dapat dijadikan media pengembangan sastra daerah.
Bentuk sastra lisan adat Jambi biasanya digunakan dalam kegiatan upacara adat maupun dalam kehidupan sehari-hari, yang sangat banyak mengandung nilai-nilai berguna dan ada manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Dan selayaknyalah masyarakat Jambi untuk mengetahui dan memahami adat yang berlaku terutama dalam kabupaten Merangin yang sampai hari ini masih menggunakan kebudayaan sastra lisan adat Jambi tersebut dalam kehidupan sehari-harinya.
Untuk menjaga eksistensi adat Jambi yang berbentuk lisan tersebut tentu adanya antisipasi dan penanggulangannya, baik dalam pemahaman masyarakat tentang adat itu sendiri maupun penerapan adat tersebut dalam berkehidupan bermasyarakat.
Di Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin sastra lisan adat jambi ini masih digunakan oleh masyarakat seperti: seloko, petatah petitih, dan pantun, yang biasanya digunakan pada kegiatan-kegiatan tertentu mulai dari upacara adat, menanam padi, upacara perkawinan dan dalam kehidupan sehari-harinya. Dan ini merupakan bagian pelestarian dan pemeliharaan budaya dalam menjaga eksistensi adat budaya Jambi dalam kabupaten Merangin, yang mempunyai nilai-nilai yang sangat berharga pada kehidupan bermasyarakat, untuk diwarisi pada generasi yang akan datang, sehingga kebudayaan adat yang berbentuk sastra lisan ini bisa tetap terjaga dalam kehidupan masyarakat.
[ Read More ]

Posted by janiko 0 komentar»

INDONESIAKU

Warna nan semakin lama memudar
Seperti warna baru menjadi warna lama
Seperti warna merah berubah warna merah jambu
Seperti terang menjadi redup.

Indonesiaku ….
Sudah enam puluh empat tahun engkau merdeka
Usia nan sangat luar biasa untukmu
Tapi kenapa rakyatmu tak jua merasa merdeka
Apakah engkau kan seperti ini selalu

Bak anak bayi yang kini telah dewasa
Perilakunya bak anak-anak
Kapan engkau kan tumbuh dan besar
Menjadi orang nan pintar dan dewasa

Indonesiaku…
Seharusnya engkau sudah merasakan kemerdekaan nan sempurna
Sudah selayaknya engkau menjadi Negara nan makmur
Tapi kenapa engkau belum bisa seperti itu hari ini
Apakah karena hanya segelintir orang engkau menjadi begini

Indonesiaku …
Kurindu kejayaan sempurna
Kuingin harapan baru
Agar rakyat merasakan kemerdekaan yang hakiki.

Merdeka Indonesiaku ….
[ Read More ]

Posted by janiko 0 komentar»
    Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
    ">Bangko