Objek dan Ruang Lingkup Semantik


A.   Pengertian Semantik Secara Umum
Istilah semantic dalam bahasa Indonesia dan semantics dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani sema yang berarti’tanda’. Kata sema berkelas nomina. Semaino yang berarti ‘menandai’ merupakan bentuk verba dari kata sema (Chaer, 1995:2).
Yang dimaksud tanda di sini adalah tanda bahasa (signe linguistique) seperti dimaksud Saussure (1966). Menurut Saussure, signe ‘tanda’ yang mencakup signife ‘yang ditandai’ dan significant ‘yang menandai’. Tanda bahasa dapat berupa kata dan maknanya. Kata sebagai tanda bahasa berupa gabungan suku kata atau untaian bunyi. Misalnya, kata /pohon/ adalah yang menandai dan wujud pohon sebenarnya adalah ditandai. Unsure yang ditandai atau dirujuk suatu tanda itu merupakan makna dari tanda itu.
Dalam semantic bahasa Indonesia  membahas hubungan antara tanda dan makna berbagai satuan bahasa Indonesia, makna leksikal, makna gramatikal satuan bahasa Indonesia, penamaan, pengistilahan, pendefenisian dalam bahasa Indonesia, dan perubahan makna sebagai satu bahasa Indonesia, serta factor penyebabnya.
B. Objek dan Ruang Lingkup Kajian Semantik
Objek kajian semantic adalah makna atau arti satuan bahasa. Leech, (1983: 8-10) menjelaskan bahwa objek kajian semantic adalah makna satuan bahasa yang tidak dihubungkan dengan konteks tuturan. Semantic mengaji tanda bahasa dengan konsep serta acuannya baik secara leksikal maupun gramatikal. Semantic mengaji apa arti X. Djajasudarma (1993:4) menjelaskan satuan yang dikaji maknanya itu mulai dari tataran fonologi, morfologi, sintaksis, dan wacana. Sedangkan lingkup kajian semantic itu berupa makna satuan bahasa dalam kata, frasa, klausa, kalimat, dan teks.

Sumber  :
Manaf, Ngusman Abdul. 2008. SEMANTIK : Teori dan Terapannya Dalam Bahasa Indonesia. Padang : Sukabina Offset

Categories:
    ">Bangko